Selasa, 09 Agustus 2022

Komoditas Ternak di Desa Bogoran

    Berjarak 40 km dari pusat Kabupaten Wonosobo, Desa Bogoran terletak di Kecamatan Sapuran. Tipikal geografis berupa perbukitan membuat Desa Bogoran kaya akan Sumber Daya Alam yang subur dan cocok untuk pertanian. Desa Bogoran merupakan salah satu wilayah yang ada di Kabupaten Wonosobo yang memiliki iklim tropis dengan suhu rata-rata 14,3 - 26,5 derajat Celcius. Sebagian besar jenis tanah yang ada di daerah ini adalah Tanah Regosol adalah jenis tanah yang berbutir kasar sebagai hasil dari pengendapan. Jenis tanah regosol ini cocok untuk ditanami tanaman seperti padi, tebu, palawija, tembakau dan sayuran. Desa Bogoran terbagi menjadi 3 dusun yaitu Dusun Wadas, Dusun Bogoran dan Dusun Kyuni. Lokasi pegunungan dan masyarakat yang bekerja di sektor pertanian memberikan peluang adanya pengembangan peternakan. Komoditas ternak yang ada di Desa Bogoran kebanyakan ternak kambing. Jumlah peternak kambing yang ada di Desa Bogoran cukup banyak dengan kepemilikan rata-rata 8 hingga 10 ekor. Ternak kambing memiliki keunggulan mudah perawatan, kebutuhan pasar yang besar, lahan yang tidak luas dan modal yang tidak besar. Usaha ternak kambing berperan meningkatkan pendapatan dengan memanfaatkan sumberdaya yang tersedia di sekitarnya. Selain berfungsi sebagai sumber protein hewani, ternak kambing juga berperan sebagai aset yang dapat dijual sewaktu-waktu sebagai tambahan pendapatan, Selain itu kotoran kambing dapat dijadikan sebagai pupuk yang dapat memberikan keuntungan bagi petani. Pupuk kompos berperan menyuburkan tanah. Pengembangan mutu usaha ternak kambing dapat didukung dengan adanya sumber daya ternak kambing lokal yang berkualitas dan adaptif terhadap kondisi lingkungan. Indikator peningkatan pembangunan subsektor peternakan dapat dilihat dengan adanya indikasi bertambahnya populasi ternak di desa Bogoran. Salah satu faktor pendukungnya adalah dengan meningkatkan kualitas pakan dan mineral. Masyarakat Desa Bogoran masih menerapkan pemeliharaan ternak secara tradisional. Pemberian pakan berupa hijauan dari hasil sisa pertanian dan rumput yang tumbuh di sekitar lahan pertanian. Ketersediaan pakan yang tidak menentu setiap musim memberikan permasalahan bagi peternak untuk memenuhi kebutuhan pakan. Dengan adanya kendala tersebut perlu dilakukan inovasi pengolahan pakan. Salah satu alternatif pakan adalah silase. Silase merupakan pakan hijauan yang diawetkan dan disimpan dalam tempat kedap udara. Silase dapat difermentasi menggunakan kantong plastik, silo dan drum dalam keadaan tanpa udara atau anaerob. Kegunaan dari pembuatan silase sebagai pakan ternak ialah sebagai cadangan dan persediaan pakan ternak pada saat musim kemarau yang panjang. Kedua, memanfaatkan pakan hijauan pada saat kondisi dengan nilai nutrisi terbaik seperti protein yang tinggi. Ketiga, memanfaatkan sumber pakan dari sisa limbah pertanian ataupun hasil agroindustri pertanian dan perkebunan seperti bekatul, dedak, bungkil sawit, ampas tahu,tumpi jagung, janggel jagung. Alat yang dibutuhkan dala pembuatan silase antara lain terpal, ember, plastik atau drum dan tali. Bahan yang dibutuhkan yaitua EM4, air, rumput, molases dan dedak padi. Proses pembuatan silase yaitu air sebanyak 1 L ditambahkan 2 tutup botol EM4, molses sebanyak 1 botol untuk 3% bahan silase, dedak sebanyak 2-5% dari total bahan silase. Semua bahan dicampurkan sampai rata dengan rumput. Setelah pencampuran selesai dimasukkan ke plastik atau drum kedap udara. Proses fermentasi berlangsung selama 7-28 hari. Ciri silase yang baik yaitu memiliki bau asam, berwarna hijau, tidak berjamur, tidak berlendir dan menggumpal.
    Selain permasalahan pakan, peternak juga memiliki permasalahan induk yang baru melahirkan biasanya mati atau lemas. Hal tersebut salah satunya dapat disebabkan induk kekurangan mineral. Untuk mengatasi hal tersebut terdapat salah satu solusi yaitu pemberian mineral blok. Mineral sangat dibutukan bagi ternak. Mineral merupakan komponen anorganik yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit dalam pakan. Mineral blok merupakan pakan tambahan atau suplemen yang sudah dipadatkan yang memiliki kandungan mineral dan vitamin. Manfaat mineral antara lain menyediakan nutrien tambahan, meningkatkan efisiensi penggunaan pakan. meningkatkan proses metabolisme pada ternak dan meningkatkan konsumsi pakan. Gejala kekurangan mineral pada ternak antara lain ternak sering menjilat atau menggigit kayu bangunan kandang, pertumbuhan ternak terhambat dan menurunkan produktivitas dan kualitas susu.


    Alat yang dibutuhkan dalam pembuatan mineral blok yaitu terpal, peralon dan ember. Bahan yang dibutuhkan antara lain molses, semen putih, dedak padi, mineral dan garam. Cara pembuatan mineral yaitu garam sebanyak 2 kg dicampur dengan ultra mineral kemudian ditambahkan semen putih sebagai perekat. Semen tidak berbahaya untuk ternak karena semen terbuat dari kapur yg dibutuhkan oleh ternak, ketika ditambahkan air maka zat yang ada di kapur tidak aktif. Selanjutnya ditambahkan bekatul lalu diaduk rata.  Molases ditambahkan air supaya tidak menggumpal. Penambahan air jangan sampai terlalu encer. Adonan dicetak dan didiamkan hingga keras kemudian diberikan ke kambing.







 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Potensi Pengembangan Sektor Pertanian di Desa Bogoran

Indonesia memperoleh julukan sebagai negara agraris dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian dalam sektor pertanian....